Welcome to my blog^^

Semoga tulisanku dapat bermanfaat buat kalian <3

Sabtu, 23 Juni 2012

FENOMENA RAMADHAN

Sudah lama tak bersua dengan blog ku ini karena padatnya aktivitas di kampus dan di luar kampus. semoga tidak menghambat produktivitas ku dalam menulis. amieeen

kembali mereview materi dalam halaqoh yang kemarin siang baru di share oleh mbak ku yang baru

Berbicara tentang ramadhan, tinggal menghitung hari kurang dari 1 bulan untuk menjemput bulan suci itu. ada banyak fenomena-fenomena yang terjadi hanya spesial dibulan ini. apa saja itu ? mari kita ulas satu persatu.

  • kebersamaan
Di bulan ramadhan ada momen yang hampir semua orang pasti merasakannya yaitu sahur dan berbuka bersama keluarga. indah sekali saat-saat ayah membangunkanku sahur dan ibu memasakkan makanan sahur lalu hadir adik dan kakak yang siap berkumpul untuk menyantap makan sahur bersama. Dan yang tak kalah indahnya saat-saat berbuka kembali bersama keluarga. mungkin sulit menemukan momen berkumpul bersama dengan keluarga ditengah aktivitas masing-masing yang berbeda di luar bulan ramadhan.

Saat tarawih, ada juga momen yang pas untuk bersilaturahmi dengan kawan lama. diingatkan kembali memori saat masih kecil bertarawih bersama dan kami bertemu kembali dalam solat tarawih berjamaah di masjid dekat rumah. semoga ukhuwah diantara kami semakin erat.

  • kepedulian sosial yang tinggi
Hari-hari menjelang bulan ramadhan saudara-saudara mengirimkan makanan/bahan makanan untuk berpuasa. sahur on the road, ifthor jama'i, zakat, shodaqoh, infaq mewarnai ramadhan. Masjid di dekat rumah membagikan jadwal bagi tiap-tiap rumah untuk menyediakan menu berbuka. Ada yang membawa kolak, kurma, es timun suri, bakso, dll.

  • saling mengingatkan
SMS tausyiah dari teman-teman dan keluarga mengiringi hari-hari ramadhan ku. indah, andai suasana ramadhan terus berlanjut di bulan-bulan setelahnya. saat dulu masih bersekolah, bulan ramadhan kebetulan tidak libur full. bel istirahat berbunyi lalu saya kumpul dengan teman-teman asyik mengobrol ngalor-ngidul, tiba-tiba ada salah satu teman yang menjurus menggosipi orang lain dan salah satu teman bilang, "eh jangan ngomongin orang kita kan lagi puasa". aduhai suasana ramadhan makin sakral saja. berpuasa memang tidak hanya menahan haus dan lapar tetapi menahan hawa nafsu kita.

setelah kita mengingat kembali fenomena-fenomena saat ramadhan, ada baiknya kita memulai mempersiapkan ibadah kita. ramadhan seharusnya bukan ajang untuk memulai ibadah-ibadah wajib ataupun sunnah-sunnah kita karena akan terasa berat akan tetapi ramadhan adalah ajang untuk meningkatkan ibadah kita. mari kita memulai ibadah kita di bulan sya'ban ini :)

Jumat, 11 Mei 2012

PENYAKIT PARU


PENYAKIT PARU
Berdasarkan gejala nya dibagi menjadi 2
1.       Gejala Umum :
a.       suhu badan meningkat
b.      Sianosis
c.       Pembengkakan jari-jari (clubbing)
2.       Gejala Khusus :
a.       Batuk
b.      Dispnea (perasaan terganggu dalam bernafas seperti tercekik dan nafasnya pendek-pendek
c.       Nyeri dada (sifatnya seperti teriris-iris & tajam)
PENYAKIT PARU dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
PENYAKIT PARU RESTRIKTIF
Penyakit paru yang disebabkan karena gangguan di luar saluran nafas pada saat EKSPIRASI.
Penyebab utama :
1.       Kelainan muskuloskeletal
a.       Kifosis
b.      skoliosis
c.       Anklylosing spondylitis (radang pada vertebrae yang membuat antar tulang melengket/bamboo spine)
d.      Pectus excavatum (bentuk dada  masuk ke dalam)
e.      Pectus karinatum (seperti dada burung)
f.        Fraktur iga
2.       Disfungsi neuromuskuler
a.       Spinal Cord Injury (SCI)
b.      Poliomyelitis
c.       Hemiplegi (kelumpuhan pada satu sisi kanan/sisi kiri)
d.      Muskular distrofi (kelainan pada jaringan otot yang berubah menjadi jaringan lemak)
e.      Guilliain barre syndrom (peradangan yang menyerang saraf perifer)
f.        Miastenia gravis
3.       Penyakit parenkim
a.       Sarcoidosis (jaringan paru-paru mengeras)
b.      Fibrosis
c.       Tuberculosis
d.      Silicosis
e.      Black lung
4.       Kondisi pleura
a.       Pleuritis (radang pada pleura yang menyebabkan pleura berisi  cairan)
b.      Pleura effusi (pleura penuh berisi cairan)
c.       Pneumothorax (adanya udara di dalam pleura)
d.      Tumor pleura
5.       Operasi paru kecil/besar
a.       Bedah thorax/bedah paru
                                                               i.      Lobektomi
                                                             ii.      Pnumektomi
                                                            iii.      Pleurektomi
                                                           iv.      Segmental reseksi
6.       Extra pulmonary restrictive
7.       Paru
a.       Atelektasis  (pengkerutan/ kolaps pada paru)
b.      Pneumonia (infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru)
c.       Tumor paru
8.       Mediastinum
a.       Tumor mediastinum
b.      Kardiomegali/pembengkakan jantung
c.       efusi perikardium
9.       Diafragma
a.       Hernia diafragmatika
b.      Lumpuh diafragma
c.       Asites (peningkatan jumlah cairan di abdominal)
d.      hamil
Problematik pasca operasi
  1. Gangguan napas dalam
  2. Gangguan pengembangan paru-paru
  3. Gangguan batuk efektif
  4. Terkumpulnya banyak sekresi
  5. Berkurangnya mobilisasi dada dan bahu
  6. Gangguan postural
  7. Meningkatnya resiko thrombo plebitis
  8. Gangguan toleransi latihan
Exercise dan edukasi
  1. Menerangkan permasalahan yang ada hubungannya dengan bedah
  2. Latihan Pernafasan : diafragma, segmental
  3. Latihan insentif spirometri
  4. Latihan batuk efektif dengan fiksasi bagian yang di insisi
  5. Latihan postural drainase atau modifikasi PD
  6. Latihan menggerakkan tungkai untuk mencegah trombhophlebitis, melancarkan sirkulasi darah
  7. Latihan koreksi sikap di tempat tidur, duduk, berdiri
  8. Latihan erobik (berjalan, berenang, bersepeda, berlari)
LATIHAN PASCA BEDAH PARU
Tahap I : Posisi half lying 30o
  1. Koreksi sikap ( posisi tidur )
  2. Deep breathing exc.
  3. Segmental dan diafragma breathing
  4. Incentive spirometri
  5. Shaking, vibrasi , huffing dan batuk bila perlu
  6. Ankle pumping exercise 10 x / jam
  1. Latihan LGS pasif / aktif asisted Fleksi / Ektensi, Abd / Add shoulder 5 rept  ( 3 x/hari)
  2. Tangan elevasi, tangan dibelakang kepala, tangan dibelakang badan, tangan menyentuh bahu yang sehat
  3. Latihan LGS pasip hip dan knee (Fleksi /Ektensi, Abd / Add)
Tahap II  : Tahap I dilajutkan duduk ditepi tempat tidur
  1. Latihan aktif : Masing-masing 5 rept
  2. Angkat bahu
  3. Memutar bahu
  4. Memutar siku
  5. Putar badan
  6. Bengkokkan badan kesamping
  7. Regangkan badan kebelakang
  8. Segmental bilateral breathing
  9. Jalan disekitar tempat tidur dengan badan tegak dan lengan diayun
 Tahap III              : Latihan ditingkatkan  masing-masing  5 – 10 rept (2 x / sehari) Jalan 15 – 30 meter
  Tahap IV            : Latihan tahap III dilanjutkan :
  1. Jalan lebih jauh ( toleransi ) dengan koreksi sikap
  2. Latihan segmental breathing bilateral, menggerakkan badan dan ROM lengan diteruskan
  1. Setelah hari ke -7 latihan naik turun tangga dengan tetap mengontrol pernafasan
  2. 2 minggu setelah bedah paru OS dianjurkan tetap latihan.
  3. Pada umumnya kontrol setelah 3 bulan dan evaluasi terapi          :
  4. Posture
  5. Mobilisasi trunk dan shoulder

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF
Penyakit paru yang disebabkan karena gangguan saluran nafas pada saat INSPIRASI






Senin, 23 April 2012

PROSES FISIOTERAPI PADA KASUS PARU ANAK

ANAMNESA

  • umum  : identitas pasien
  • khusus :
    • keluhan utama = sesak nafas, batuk berdahak
    • RPS (Riwayat Pasien Sekarang) = perjalanan penyakit contoh sejak sesak nafas sampai ke fisioterapi. sudah berobat kemana saja
    • RPK (Riwayat Penyakit Keluarga) = contoh ibu/bapaknya menderita alergi/asma tidak
PEMERIKSAAN
  • Pemeriksaan Umum
    • cara datang
    • kesadaran
    • lingkar kepala
    • status gizi = perbandingan berat badan, turgor kulit, konjungtiva mata
    • suhu
    • nadi
    • Respiratory Rate
  • Pemeriksaan Khusus
    • Inspeksi
      • postur (skoliosis, kifosis, kifoskoliosis)
      • warna muka (pucat/tidak)
      • cuping hidung (bergerak/tidak)
      • pola nafas (cepat-dangkal disinkronkan dengan pemeriksaan RR)
      • bentuk dada (barrel chest, pectus carinatum, pectus excavatum)
      • batuk (bunyinya keras/tidak, batuk/tidak)
      • wheezing
      • sputum (kental/encer, warna hijau=infeksi, merah=luka, kuning)
    • Palpasi
      • letak sputum (palpasi, perkusi, auskultasi)
      • gerak dada (simetri/tidak)
      • spasme otot-otot pernafasan (m.sternocleidomastoideus, m.upper trapezius, m.pectoralis, m.intercostalis internus/eksternus, m. scalenus)
PROBLEM FISIOTERAPI
  • sesak nafas
  • adanya sputum
  • adanya spasme otot nafas dan bantu
  • batuk tidak efektif
  • asimetri gerak nafas
DIAGNOSA FISIOTERAPI
  • Retensi sputum dan asimetri gerak nafas berkaitan dengan batuk tidak efektif dan kelemahan otot pernafasan karena asma bronchiale
  • Retensi sputum berkaitan dengan refleks batuk jelek karena . . .
  • berpotensi terjadi gangguan kardiopulmonal pasca operasi karena anastesi umum
  • gangguan fungsi pernafasan berupa retensi sputum berkaitan dengan batuk yang tidak efektif serta adanya spasme otot nafas dan otot bantu nafas berkaitan dengan sesak nafas /gerak nafas / pola nafas / gangguan postur karena asma bronchiale
PERENCANAAN PROGRAM
  • jangka pendek  : sesak nafas teratasi, sputum teratasi, batuk efektif, postur terkoreksi
  • jangka panjang : Fungsi dan gerak paru normal
INTERVENSI FISIOTERAPI
  • Modalitas IRR, Nebulizer, Suction
  • Postural Drainage
  • Massage : vibrasi, perkusi, effleurage, stroking, kneading
  • breathing exc
  • coughing secara aktif dan pasif (Ticle manuever)
  • physical training dan koreksi postur secara aktif / pasif
EVALUASI


Selasa, 17 April 2012

Bacaan Mad chapter 1

Definisi Mad

Mad artinya membaca panjang bacaan Al-Qur'an ketika ada huruf mad. huruf mad ada tiga, yaitu alif, ya', dan wawu.
secara lengkap definisinya adalah membaca panjang ketika ada :
  1. huruf berbaris fathah sesudahnya berupa huruf alif
  2. huruf berbaris kasroh sesudahnya berupa huruf ya'
  3. huruf berbaris dhommah sesudahnya berupa huruf wawu

MAD ASLI

Artinya belum ada tambahan apapun, tidak dipengaruhi oleh hamzah atau sukun. panjangnya 2 harokat

Terdiri dari :
1. Mad Thobi'i
   yaitu mad yang terdiri dari huruf-huruf mad dan tidak terdapat unsur tambahan seperti hamzah.

2. Mad Badal
   yaitu setiap kata yang diawali dengan huruf hamzah dipanjangkan dua harokat sebagai pengganti   
   hamzah yang terhilangkan.

3. Mad 'Iwadh
   yaitu mad yang terjadi ketika berwaqaf pada huruf yang hanya berakhiran fathatain.

4. Mad Tamkin
   yaitu mad yang terdapat pada huruf ya yang bertasydid berbaris kasroh bertemu dengan ya mati

5. Mad Shilah Qoshiroh
   yaitu ha' dhomir yang huruf sebelumnya hidup dan huruf sesudahnya hidup selain hamzah


   

    Sabtu, 14 April 2012

    UJIAN DIBALIK PUJIAN, PUJIAN DIBALIK UJIAN

    Buat saya dan teman-teman lain yang sekolah dan kuliah. Yang ada dipikiran kita ujian adalah mengerjakan soal saat UTS ataupun UAS. namun arti UJIAN yang sebenarnya adalah kesulitan hidup agar manusia menjadi terpuji.

    UTS/UAS yang kita anak sekolah maupun anak kuliah dapatkan baru ujian tahap awal. karena ternyata ujian yang sesungguhnya adalah PUJIAN yang datang ketika kita berhasil lolos melewati tahap awal yaitu PUJIAN.
    Contohnya : Budi hari ini UJIAN matematika dan ternyata ia mendapat nilai 100. Lalu ia mendapat PUJIAN dari guru dan teman-temannya. UJIAN yang sesungguhnya untuk Budi adalah pujian dari guru dan teman-temannya. jika Budi berhasil melewati tahap PUJIAN maka Budi bisa mencapai tingkat yang terakhir yaitu TERPUJI

    berikut siklusnya

    Indikator ujian yang sesungguhnya adalah pujian dari manusia. Kita bisa tahu apakah kita menjadi manusia yang berkualitas dari pujian yang diberikan manusia kepada kita. PUJIAN adalah kesenangan hidup. Lapang dari kesulitan hidup belum tentu lolos dari pujian (ujian yang sesungguhnya).

    BAGAIMANA AGAR KITA LULUS DARI UJIAN DAN PUJIAN(ujian yang sesungguhnya) ?

    Membangun PARADIGMA

    Ketika DIPUJI, kita merasa SUSAH

    Ketika DIUJI, kita merasa SENANG



    Minggu, 11 Maret 2012

    SPINA BIFIDA

    SPINA BIFIDA
    Adalah kegagalan kanalis vertebrae untuk menutup dengan normal karena adanya defek(kerusakan) dalam perkembangan vertebra
    Terbagi menjadi 2, yaitu :
    1.       Spina Bifida Oculta
    2.       Spina Bifida Cystica

    SPINA BIFIDA OCULTA
    Kelainan yang terdapat pada arcus vertebra tanpa adanya herniasi (keluarnya isi pada tempatnya) jaringan.
    Sering terjadi pada L5-S1. Kebanyakan anak tidak menunjukkan gejala. Bila ada gejala, kelemahan otot yang disarafi L5-S1 dan incontinentia.

    Ciri-ciri :
    ·         Adanya rambut
    ·         Pigmentasi kulit (kulit berwarna lebih gelap)
    ·         Lekukan kulit
    ·         Lapisan lemak

    SPINA BIFIDA CYSTICA
    Kelainan pada arcus vertebra dengan herniasi jaringan
    Ada dua bagian :

    1.       Meningocele           : kelainan tulang belakang, yang disertai dengan herniasi meningen yang
      berisi meningen yang berisi cairan serebrospinalis, letak medula umumnya   
      normal
    2.       Myelomeningocele : kelainan tulang belakang yang disertai meningen, cairan serebrospinalis,
      serabut spinalis atau sebagian medula spinalis
    Gejala :
    ·         Kelemahan otot sesuai lesi
    ·         Gangguan BAK dan BAB
    PROSES FT PADA SPINA BIFIDA
    I.      Anamnesa
    -          KU
    -          RPS
    -          RPD
    -          RK
    II.    Asesmen
    -          Pemeriksaan Umum
    -          Pemeriksaan Khusus
    o   Tonus postural
    o   Kemampuan gross motor
    o   Sensori : sensasi, proprioseptif, bladder & bowel, hydrochepalus (pemblokiran cairan), kecacatan penyerta (CDH, CTEV)
    o   Paralyse : level, berat/ringan
    III.  Urutan masalah
    -            Kelemahan otot
    -            Keterbatasan ROM
    -            Tightness
    -            Sitting balance
    -            Keterlambatan gross motor : gerak, fraktur, sirkulasi
    -            Antopometri dan panjang tungkai
    -            Atrofi
    -            Deformitas

    IV.  Diagnosa
    Gangguan gerak/keterlambatan gross motor berkaitan dengan kelemahan otot-otot sesuai level lesi karena spina bifida
    V.    Perencanaan program
    -          Jangka panjang
    -          Jangka pendek
    VI. Intervensi
    -          Meningkatkan kemampuan lengan sebagai kompensasi
    -          Menjaga ROM & mencegah kecacatan
    -          Latihan pernafasan
    -          Aktivitas dan exercise untuk mengatasi gangguan sirkulasi
    o   Standing frim : agar kaki tetap menumpu walaupun tidak bisa berjalan (hanya maintenance)
    o   Telungkup dengan tungkai lurus
    o   Swivel walker : bisa rotasi trunk
    o   Reciprocating gait ortosis (RGO)
    o   Walker
    -          Meningkatkan balance sitting
    -          Meningkatkan sosial skill
    -          Memikirkan alat bantu
    o   Crutches
    o   Walker
    o   Will chair
    -          Memberikan pengertian tentang kekurangannya
    -          Mengajarkan ke orang tua

    Minggu, 26 Februari 2012

    Cerebral Palsy

    Cerebral Palsy atau yang biasa disingkat CP adalah penyakit akibat kerusakan/lesi pada otak yang masih immature(belum matang) dan tidak bersifat progresif. Penyakit ini diderita oleh anak-anak umur 0-2th dan adapula yang berkata dari usia 0-belasan tahun.

    CP terbagi menjadi tiga yaitu :
    1. Spastik
    2. Floppy
    3. Atetoid

    Spastik adalah kerja otot agonis dan antagonis tidak sinergis. otot antagonisnya bekerja berlebihan sehingga kerja otot menjadi berlebihan. Tonus(kekenyalan) otot tinggi.

    Floppy adalah kerja oto tidak bisa melawan gravitasi, susah untuk melakukan posisi yang diinginkan akibatnya susah untuk menegakkan badan. otot agonis dan antagonisnya sedikit bekerja. Tonus otot rendah

    Atetoid adalah gabungan dari spastik dan floppy dimana tonus otot bersifat fluktuatif kadang tinggi, kadang rendah sehingga mengakibatkan penderitanya mempunyai gerakan-gerakan yang tidak ia sadari.

    Spastik jika dilihat dari jumlah badan yang terkena terbagi menjadi 5 bagian :
    1. Monoplegi : spastik pada satu ekstremitas biasanya tangan
    2. Diplegi : spastik pada ektremitas bawah tetapi ekstremitas atasnya bekerja secara fungsional
    3. Hemiplegi : spastik pada satu sisi bisa tangan kanan dan kaki kanan atau tangan kiri dan kaki kiri
    4. Triplegi : spastik pada 3 bagian, bisa pada 2 ekstremitas bawah dan 1 ekstremitas bawah atau sebaliknya. tapi penderita triplegi umumnya jarang.
    5. Quadriplegi : spastik pada kedua ekstremitas atas dan bawah + kerusakan pada N.kranialis menjadikan hanya 1% penderita spastik quadriplegi yang bisa berjalan.